DalamKelemahan Kuasa-Mu Sempurna | Sarah F Souisa. Stream and download in Hi-Res on Qobuz.com Lirik& Chord Lagu KuasaMu Sempurna - Urban Cross. April 27, 2016 By Admin. Di kala ku harus berjalan, di kala ku harus lewati. Terkadang ku tak mampu, terkadang ku tak sanggup. Kusadari ada cinta-Mu, kusadari ada kuasa-Mu. Yang menuntunku s'lalu, sempurnakan hidupku. Hanya Kau yang mampu, hanya Kau yang sanggup. Jikakita mau menyadari, justru dalam kelemahan kitalah kuasa Tuhan akan menjadi nyata dan sempurna (2 Korintus 12:9). Dalam anugerah-Nya yang melimpah, semua kegagalan, kelemahan, kesialan, kecerobohan dan kebodohan kita, bisa dipakai oleh Tuhan menjadi ajang demonstrasi kuasa Allah. DOI 10.46495/sdjt.v9i1.58 Corpus ID: 219656305; Kuasa Tuhan Nyata Sempurna dalam Kelemahan Manusia di Tinjau dari II Korintus 12:9 @inproceedings{Preskila2020KuasaTN, title={Kuasa Tuhan Nyata Sempurna dalam Kelemahan Manusia di Tinjau dari II Korintus 12:9}, author={Eka Preskila}, year={2020} } FjozVAY. The Lyrics for Dalam Kelemahan Kuasa-Mu Sempurna by Sarah F Souisa have been translated into 1 languagesKetika ′ku mengeraskan hati Berjalan di luar kasih-Mu, Bapa Hingga badai menghantam hidupku'Ku terjatuh tak mampu berdiri Ketika ′ku mengeraskan hati Berjalan di luar kasih-Mu, Bapa Hingga badai menghantam hidupku 'Ku terjatuh tak mampu berdiri Kau angkatku saat aku lemah Kau angkatku dalam lembah kekelaman Kau berkata Cukuplah kasih karunia-Ku Dalam kelemahan kuasa-Mu sempurna Ketika 'ku mengeraskan hati Berjalan di luar kasih-Mu, Bapa Hingga badai menghantam hidupku ′Ku terjatuh tak mampu berdiri Kau angkatku saat aku lemah Kau angkatku dalam lembah kekelaman Kau berkata Cukuplah kasih karunia-Ku Dalam kelemahan kuasa-Mu sempurna Kau angkatku saat aku lemah Kau angkatku dalam lembah kekelaman Kau berkata Cukuplah kasih karunia-Ku Dalam kelemahan kuasa-Mu sempurna Kau angkatku saat aku lemah Kau angkatku dalam lembah kekelaman Kau berkata Cukuplah kasih karunia-Ku Dalam kelemahan kuasa-Mu sempurna Kau angkatku saat aku lemah Kau angkatku dalam lembah kekelaman Kau berkata Cukuplah kasih karunia-Ku Dalam kelemahan kuasa-Mu sempurna Kau berkata Cukuplah kasih karunia-Ku Dalam kelemahan kuasa-Mu sempurna Dalam kelemahan kuasa-Mu sempurnaWriters Wellmy Souisa 1 Translation available Tetapi jawab Tuhan kepadaku “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12 9 Beberapa hari terakhir ini saya sering merasa lelah. Sebagai seorang dosen, tugas-tugas berat muncul pada saat-saat tertentu, seperti pada waktu saya harus mempersiapkan bahan kuliah baru atau membuat soal-soal ujian. Siapakah yang tidak pernah merasa lelah? Bagaimanapun kuatnya seseorang, tentu dalam keadaan tertentu ia akan merasa jika kelelahan itu hanya dari segi jasmani, dengan beristirahat atau tidur kita mungkin akan dapat memulihkan kekuatan dan kesegaran kita kembali. Tetapi kelelahan rohani mungkin tidaklah mudah diatasi. Kelelahan memang bisa dirasakan secara jasmani ataupun rohani. Sekalipun dalam hal jasmani orang mungkin masih kuat, rohaninya mungkin saja sudah mengalami tekanan yang berat. Kelelahan rohani yang tidak teratasi, bisa saja kemudian mempengaruhi keadaan jasmani. Pada pihak yang lain, kelelahan atau persoalan jasmani yang terus-terusan bisa saja melemahkan kerohanian seseorang. Kita tahu bahwa keadaan rohani seseorang seringkali mempengaruhi hidupnya, sedemikian rupa sehingga hal-hal yang menyedihkan mungkin saja terjadi jika ia tidak dapat lagi menahannya. Adalah suatu kenyataan bahwa jika seseorang mengalami suatu tantangan, reaksi tubuh bergantung pada apa yang terjadi. Jika apa yang terjadi adalah suatu hal yang memang yang sudah diduga sebelumnya, dan sesuatu yang memang dicari, orang mungkin tidak terlalu mudah untuk merasa lelah atau menyerah. Seorang pelari marathon misalnya, sudah mempersiapkan diri secara jasmani untuk bisa berlari sepanjang 42 km non stop. Ia juga sudah bisa membayangkan bahwa ada kemungkinan bahwa setelah 30 km ia mungkin mengalami apa yang dinamakan “hitting the wall” atau menabrak dinding, yaitu keadaan dimana kekuatan tubuh dan semangat tiba-tiba seakan lenyap. Walaupun demikian, mereka yang memang senang berlomba, tentunya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan buruk semacam itu, dan mereka tetap saja bisa menikmati olahraga itu. Hidup orang Kristen tidaklah jauh berbeda dengan hidup seorang pelari yang berlari menuju ke garis finis. Paulus pernah mengatakan bahwa ia berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah dari Tuhan Filipi 3 14. Paulus melupakan apa yang sudah terjadi dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di masa depan, yaitu kemuliaan surgawi dari Tuhan. Ini bukannya mudah, karena Paulus juga mengalami berbagai penderitaan dan ancaman dalam hidupnya. Ia bahkan menulis bahwa ada utusan iblis yang mencoba untuk menghancurkan dia. Tiga kali Paulus meminta agar Tuhan membebaskannya dari penderitaan itu, tetapi Tuhan tidak menolong dia. Dalam ayat diatas, Tuhan menjawab Paulus. Ia berkata bahwa Paulus sudah cukup menerima kasih karunia Tuhan dalam hidupnya. Tuhan juga berkata bahwa apa yang dialami Paulus sebenarnya juga berkat Tuhan yang memungkinkan Paulus untuk bisa menyadari bahwa ia harus bersandar kepada Tuhan saja. Karena itu, dalam penderitaannya, Paulus bisa bersyukur. Ia tahu bahwa kalau ia bisa tetap bertahan, itu karena Tuhan yang menguatkan dia. Seperti seorang pelari, Paulus bisa menerima segala penderitaannya karena ia tahu bahwa Tuhan ingin agar ia menang. Mungkin saat ini kita mengalami berbagai hal yang membuat jasmani kita lelah. Atau mungkin juga ada persoalan berat yang membuat kita tertekan secara rohani. Kepada siapa kita bisa berseru meminta pertolongan? Jika tidak ada lagi orang yang bisa menolong kita, tentunya hanya Tuhan yang bisa kita harapkan. Seperti Paulus, kita bisa dan harus berdoa memohon pertolongan dari Tuhan. Tidak cukup sekali atau dua kali, kita boleh saja terus berdoa. Tetapi kita harus sadar bahwa dalam penantian kita, Tuhan sebenarnya sudah mendengarkan doa kita dan bahkan tahu apa yang kita paling perlukan. Apa yang paling penting bagi umat Tuhan yang berada dalam kesulitan ialah kesadaran bahwa Tuhan yang mahakasih tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun. Itulah sebabnya Paulus kuat menghadapi segala persoalan hidupnya. Memang dalam kelemahan kita bisa merasakan adanya kuasa Tuhan. Dialah yang membimbing kita sampai kita menyelesaikan semua tugas kita di dunia. 2 Korintus 129 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna’. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” __________________________________________ Ayat diatas adalah pengingat yang kuat mengenai pertolongan Tuhan bagi Anda dan saya ketika kita mencapai batas akhir dari kekuatan kita. Ketika Paulus menulis ayat tersebut, dia sedang dilecehkan kemanapun dia pergi oleh roh jahat yang dia disebut sebagai “duri dalam daging”. Ini adalah utusan dari Iblis yang datang untuk mengganggu dia, untuk terus menekan Paulus. Gangguan konstan ini akhirnya membuat Paulus hampir menyerah, dan dia memohon pada Tuhan tiga kali untuk mengangkat pencobaan tersebut. Paulus jelas berada di ambang batas kekuatannya. Tapi, meskipun Paulus berdoa untuk intervensi Tuhan sampai tiga kali, roh itu tidak diangkat. Dan tanggapan Tuhan untuk permintaan Paulus adalah ayat yang kita baca di atas. Kekuatan-Nya menjadi sempurna dalam kelemahan Paulus. Apa artinya sempurna? Ini berarti bahwa kekuatan-Nya sampai kepada kedewasaan penuh… kekuatan Tuhan dimanifestasikan… sepenuhnya dinyatakan dalam kelemahan kita. Apa tanggapan Paulus? Dia melanjutkan dengan mengatakan dalam ayat 9-10 di pasal yang sama, “..sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Tampaknya memang kadang-kadang kita harus sampai pada akhir dari diri kita sendiri sebelum kita dapat melihat sepenuhnya kepada Tuhan. Tetapi ketika kita melakukannya, kita menemukan bahwa Dia lebih dari cukup untuk kita. Jika Anda berada di batas akhir kekuatan Anda atau mendekati titik itu, berpegang pada kekuatan Allah. Taruh kepercayaan Anda pada-Nya. Dia akan membawa Anda ke tempat terobosan Anda, dan Anda akan menemukan kekuatan dan arah yang Anda butuhkan. __________________________________________ Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 77-78; Roma 10 __________________________________________ Kekuatan Tuhan menjadi nyata dan sempurna justru di saat kita berada di batas akhir kekuatan kita sendiri. Diterjemahkan dari Answers for Each Day by Bayless Conley DALAM KELEMAHAN KUASA TUHAN MENJADI SEMPURNA Tetapi jawab Tuhan kepadaku “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku 2 Korintus 29 Berlian adalah batu perhiasan yang indah dan bernilai tinggi, tetapi awalnya berlian hanyalah karbon biasa hitam, kotor, dan mudah terbakar. Setelah mengalami tempaan panas tinggi dan tekanan hebat selama bertahun-tahun, karbon ini menjadi murni dan kuat. Proses ini menjadi perumpamaan yang tepat untuk kekuatan rohani; Allah memakai kekuatan dari luar yang sangat hebat untuk menghapus kecemaran kita dan menyempurnakan kekuatan-Nya di dalam diri kita. Setelah Paulus aktif melayani, ia pun pada suatu kali pernah merasa terganggu atas kelemahannya dan meminta kepada Tuhan. Tetapi apa kata Tuhan? “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” 2 Korintus 29 Akhirnya Paulus pun menyadari bahwa bukan kemampuannya yang penting tetapi Tuhan lah yang memampukan, sehingga ia sampai pada satu kesimpulan, bahwa dalam kelemahannya-lah dia menjadi kuat. 2 Korintus 1210. Sangatlah mudah menyerah saja ketika keadaan menjadi sulit. Iblis ingin Anda menyerah. Namun, haruskah Anda menyerah? Apakah Anda sedang berpikir untuk pindah ke suatu tempat yang lebih baik, lebih nyaman? Jemaat yang terkasih, ini adalah peperangan rohani. Si musuh, singa yang mengaum-aum sedang berkeliaran, menunggu untuk mencabik-cabik Anda! Walaupun jika Anda melarikan diri, dia akan mengejar Anda. Mengapa Anda tidak menghadapi dan melawan dia dengan bersandar pada kasih karunia Tuhan? Tuhan telah berjanji, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.“ KELEMAHAN FISIK TIDAK MEMBATASI PEKERJAAN TUHAN YANG BESAR ATASMU, DALAM KELEMAHANMU, TUHAN AKAN BERIKAN KEKUATAN. Tetapi jawab Tuhan kepadaku ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

dalam kelemahan kuasamu sempurna